[Tutorial #36] Hijab For Traveling!

21 Feb

Assalamualaikum..

Udah lama nih gak update tutorial hijabnya. Kamu suka traveling? Yeay saya juga! Katanya orang yang suka traveling pasti bisa mengatasi stresnya sendiri. Mumpung lagi happening banget issue ini, saya mau berbagi tutorial untuk yang suka traveling.

Kalau kita sebut kata “traveler” baik itu ke pantai, ke gunung, wisata kota, kuniler dan lain sebagainya, pasti kesannya simple, waktu yang terbatas, sehingga dituntut untuk serba praktis dan gak perlu bolak-balik nge-benerin (maintenance). Gak ada waktu!

Ini dia satu style jilbab andalan yang sudah menemani saya dibeberapa perjalanan terakhir. Terlebih naik gunung!

Picture3

Kenapa? Selain praktis, cepat, gak butuh banyak peniti, tetapi tetap bisa tampil gaya saay berfoto (haha penting!). Style/tutorial inipun sangat cocok untuk yang berpipi tembem/chubby seperti saya. Dan satu yang menarik lagi, style ini menggunakan bahan paris segitiga yang adem dan mudah diatur. Siapa yang gak punya dan cinta jilbab paris?

Hijab for Traveler

Catatan:
1. Untuk traveler, menggunakan inner atau tidak pilihan. Model ini sangat aman jika tidak sempat menggunakan inner / daleman jilbab apapun.
2. Bentangkan jilbab paris menjadi segiempat.
3. Letakkan di kepala dan ambil kedua sisinya. Kanan lebih panjang dari sebelah kiri.
4 Dan 5. Ambil peniti, dan sematkan di bawah dagu (teknik ini yang membuat muka chubby terlihat lebih kecil).
6, 7, dan 8. Ambil sisa kerudung dari belakang ke depan, putarkan melingkari leher depan, dan bawa ke atas kepala (seperti pada gambar).
9, 10, dan 11. Sematkan dengan peniti. Akan lebih rapi lagi jika dipenitinya dari sisi dalam (seperti gambar 11).
Taraaaa!

Ketengan: Jilbab paris Rainbow in the Sky by cahyashawl

Heaven on Earth: Gunung Rinjani 3726 MDPL

8 Feb

Indonesia – Semua hal di sini punya nilai dan cerita, bahkan disisipi beberapa mitos di dalamnya. Seperti Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726 mdpl (yang mendominasi sebagian besar luas Pulau Lombok) merupakan gunung tertinggi ke dua di Indonesia (di luar pegunungan Irian Jaya), pun memiliki cerita di balik keindahannya.

20edit

Konon, di Lombok ada seorang putri raja yang cantik jelita yang bernama Dewi Anjani. Namun, di balik kecantikan Dewi Anjani tersimpan misteri, dimana akhirnya sang putri menjadi ratu penguasa makhluk gaib. Berawal dari kekecewaan atas tidak diizinkan oleh sang ayah untuk menikah dengan lelaki pujaan hati, maka Dewi Anjani mengasingkan diri dan bertapa, hingga akhirnya diangkat menjadi penguasa makhluk halus. Ini merupakan satu dari beberapa versi lainnya tentang kisah Dewi Anjani yang konon menguasai Gunung Rinjani.

Paras Sang Dewi Anjani sangat cantik, seperti saat melihat Gunung Rinjani yang digunakan sebagai istananya. Diameternya memiliki kaldera hingga 10 km dan kedalaman kawah -230 m. Begitulah Gunung Rinjani istana Dewi Anjani yang secantik pemiliknya dan menjadi pujaan para pencinta alam bebas untuk datang menjajakinya.

Berbeda dengan perjalanan pendakian saya yang lain. Buat saya Rinjani adalah impian, yang entah akan terwujud atau tidak dan bahkan sempat terkubur dalam. Maka, saat mendengar kabar dari teman akan ke sana, seolah keinginan itu kembali dan saat itu lah saya mulai mempersiapkannya.

Jika ditanya kenapa harus Rinjani si gunung berapi tertinggi kedua? Kenapa bukan Kerinci si nomor 1 tertinggi atau yang lainnya? Saya pun tidak yakin alasannya mengapa.

IMG_4354

Berdiri kokoh di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Gunung Rinjani menjadi salah satu kiblat kecantikan di Indonesia. Kecantikan rinjani tak hanya memikat petualang-petualang dari dalam negeri, tetapi banyak orang asing. Bahkan sesekali saya merasa terasing saat mendaki Rinjani, saking banyak orang luar negeri yang menjajakinya.

Walaupun saya sudah bayar include dalam trip, sebagai informasi bahwa per 1 April 2014, harga tiket masuk Gunung Rinjani ini naik. Bagi pengunjung domestik sebesar Rp. 25.000/hari (sebelumnya Rp. 2.500/hari), bagi pengunjung mancanegara dikenakan sebesar Rp. 250.000/hari (sebelumnya Rp.20.000/hari). Hal ini dikarenakan penetapan status Taman Nasional Gunung Rinjani masuk Zona I, yaitu yang paling dimanati.

Hari itu, 26 Desember 2014, menjadi langkah pertama dalam perjalanan ini. Saya dan dua sahabat saya (Fikha dan Yona) bersama sekitar 40 orang dari komunitas Pecel Lele (Pendaki Cepat Lelah Letih Letoy – sebutannya) lainnya ini, kami berangkat dengan bus dengan lama perjalanan 2 hari 2 malam. Berhari-hari duduk di bus dalam perjalanan darat lengkap dengan dua kali penyeberangan antar pulau (Pulau Jawa – Pulau Bali – Pulau Lombok). Kebayang dong pegal dan capeknya perjalanan, tetapi sungguh tidak menurunkan semangat dan keinginan yang sudah terlanjur membara di dalam diri (ngebet! Haha). Perjalanan tidak terlalu membosankan, karena kebetulan saya berangkat bersama team yang super seru!

 

2

Kericuhan di dalam bus

 

3

Kericuhan di atas kapal perjalanan berangkat

 

Ini adalah perjalanan pertama saya ke “Indonesia Bagian Tengah” (selain Kalimantan, karena Kalimantan itu lokasi kebun sawit tempat saya bekerja dan mengharuskan untuk beberapa kali bolak-balik ke sana), terlebih dengan jalur darat yang ternyata tidak “seseram” yang dibayangkan, sungguh kesempatan dan pengalaman yang luar biasa. Alhamdulillah.

28 Desember 2014 dini hari WITA (Waktu Indonesia bagian Tengah), kami tiba di Aikmel, Lombok Timur. Kami beristirahat sejenak dan melepaskan lelah dengan mandi (setelah dua hari libur mandi. Hehe) di Masjid Mujahid, Aikmel.

Pernah dengar soal kabar “jangan pernah ke Lombok sendirian, karena rentan dengan kriminalitas”. Semua sirna sesaat setelah tiba di sini. Kami betul-betul dianggap sebagai musafir, diberikan tempat istirahat, mandi sepuasnya, bahkan pada saat sholat tiba, beberapa jamaah wanita mengundang kami untuk beristirahat di rumah mereka.

49edit

Sedikit tentang Aikmel, sejak pagi hari kami mulai menjajaki pasar dan membeli beberapa keperluan selama pendakian. Berbeda dengan pasar di “Indonesia bagian Barat”, biasanya tinggal bilang “bu, beli sop-sop-an” dengan cekatan ibu penjual sayuran tersebut mencampur-aduk semua sayur dan bahan sop dalam satu plastik. Namun tidak di Aikmel, kita harus membelinya secara terpisah satu persatu sayuran dan kebutuhannya. Kebayang wajah bingung dan mondar-mandirnya kami saat itu.

IMG_4166edit

Satu dari Aikmel yang sangat saya kagumi, sejauh mata memandang saya hampir tidak melihat satupun wanita yang tidak berhijab, besar kecil tua muda baik di dalam pasar atau di jalanan kota, semua berhijab. Maka wajar jika mereka menyebut Lombok sebagai “Pulau Seribu Masjid”. Subhanallah.

Pukul 8.00 WITA, setelah sarapan (dua kali. Hehe), kami melanjutkan perjalanan ke Pos Sembalun menggunakan mobil bak dengan perjalanan yang gerimis berkelok-kelok, menanjak dan menurun yang semuanya sudah kami pasrahkan ke abang supirnya saja (hiks!). Tetapi ini sebanding dengan pemandangan sepanjang perjalanan yang sungguh luar biasa.

1

Setelah beberapa jam kemudian, tibalah di Pos Sembalun. Agak lama di sana, karena niat awal kami ingin menggunakan jasa porter (maklum usia. Hehe). Tetapi ternyata setelah ditunggu beberapa jam, porterpun tetap tidak tersedia. Karena hari itu sedang ada shooting katanya. Alhasil kami bawa tas carriel dan peralatan sendiri (kecuali beberapa logistik yang kami titipkan bersama porter kelompok).

IMG_4417

Di pos Sembalun menunggu kepastian

 

“yang.. hujan turun lagi, di bawah payung hitam ku berteduh”. (malah nyanyi!) Hahahaha

Tak sampai pakai payung hitam juga sih, tetapi cuaca di sana memang sedang tidak begitu bagus. Hujan terus-menerus mengguyur sepanjang perjalanan kami. Mengharuskan kami untuk selalu fokus dan waspada pada langkah kami.

Perjalananpun dimulai, dengan bismillah dan restu dari orang-orang tercinta di rumah, akhirnya kami mulai melakukan pendakian ini. Langkah-langkah awal dirasa lumayan berat, dengan beban yang berat (asal bukan beban hidup dan pikiran ya. Hehe), serta cuaca dingin dan hujan menjadi saat terpenting khususnya buat saya untuk beradaptasi.

Tiga setengah jam kemudian dengan nafas yang sudah Senin-Kamis (read: kelelahan) tibalah di pintu gerbang Taman Nasional Gunung Rinjani. Sekali lagi, baru sampai PINTU GERBANG! Maklum sudah lumayan lama juga tidak naik gunung.

IMG_4289

IMG_4371

Si buta dari Goa Hantu gini bentuknya

 

Setelah berfoto sejenak (penting!Hehe) kami melanjutkan perjalanan ke Pos I memalui jalur padang savana cantik! Buat saya, Rinjani bagaikan dunia lain, karena sejak awal pendakian kami sudah disuguhi padang savana yang eksotis, hutan tropis yang mempesona, serta perbukitan yang luar biasa indah. Ketinggian 1500 MDPL ini adalah awal pendakian, tetapi sudah sangat indah.

a

k

Dua jam kemudian kami tiba di pos 1, tetapi namanya savana, pohon sampai bisa dihitung pakai jari, tidak heran banyak yang menyebut Rinjani sebagai ‘gunung pantai’. Angin padang rumput yang bertiup membuat ilalang melambai seperti jutaan rajutan yang terangkai begitu indah. Eksotisme yang tidak terbantahkan walaupun hujan sesekali mengguyurnya. Hati-hati dengan langkah, bisa jadi kotoran sapi sudah menempel di sepatu kita.

Jam menunjukkan pukul 19:00 WITA, tetapi belum gelap di sana. Tidak sejauh pos sebelumnya, 1,5 jam kemudian kami tiba di POS II. Dan tepat gelap disertai hujan sudah mulai menggangu perjalanan kami. Dengan rencana awal untuk membangun tenda di POS III, akhirnya kami memutuskan untuk membangun tenda di sini. Setelah mendirikan tenda, mengganti dan menjemur pakaian yang basah kehujanan, memasak, dan makan malam bersama, kami memutuskan segera istirahat untuk persiapan tenaga esok hari. Untuk suhu di dalam tenda malam itu, jangan ditanya… dingin!

Pagi hari, saatnya pembagian tugas ada yang memasak, mencuci, membuang hajat (penting!hehe), mengambil air (karena di POS II ini lah ada sumber air yang banyak dan bersih), ada pula yang tinggal makan. Hehe. Setelah selesai makan dan packing tenda, kami segera melanjutkan perjalanan. Ops sial! Jas hujan saya hilang, mungkin terselip di peralatan rekan lainnya. Tetapi perjalanan tetap harus dilanjutkan, dengan berbekal jaket semi-waterproof yang saya kenakan, dengan bismillah kami melangkah.

i

Perjalanan POS III inilah ternyata perjalanan yang ternama dan sering disebut orang tentang tracking Rinjani, ya apalagi selain “Tujuh Bukit Penyesalan” yang mungkin artinya kita merasa terlambat untuk menyesal dengan perjalanan sejauh itu, perjalanan tiada akhir. Saya lebih senang menyebutnya “Tujuh Bukit PHP” berasa sudah sampai ternyata setiap bukit hanya menjanjikan harapan palsu ke puncak (fiuh!pengalaman banget di-PHP kayaknya.hehe). Tidak punya pilihan selain terus bergerak maju bukit demi bukit yang brutal. Tetapi alam sepanjang perjalanan tracking Rinjani tidak berhenti menghibur dan memesona, sensasinya mirip seperti sedang berjalan di film dunia khayal sekaligus action, sangat menantang!

IMG_4470

Berisitirahat sejenak pada salah satu dari 7 bukit penyesalan

 

4

Lihat! yang di belakang kami itu bukit pertama.

 

3

Cuaca yang tidak menentu saat pendakian

 

Selama perjalanan, saya lebih sering berpapasan dengan pendaki asing. Sempat berbincang dengan salah satu dari mereka dan berkata, “Indonesia is awesome”, saya tersenyum dan berkata, “Indeed, see you on top then!”. Ah! Bangga banget jadi orang Indonesia.

Saya, Fika, Yona, tiga wanita bukan pendaki betulan ini berjuta-juta kali istirahat. Di saat yang lain satu per satu melewati kami. Prinsip kami cuma satu “alon-alon asal klakon”. Tidak apa lambat asal selamat.

IMG_4295

Bahkan kami bertiga membuat permainan sendiri agar termotivasi untuk dapat melewati satu per satu bukit tersebut. “Ayo sampai ke atas bukit yang itu, nanti kita berbagi biskuit di atasnya!” atau “Ayo sampai ke bukit yang itu, nanti kita berbagi minum!” Alhamdulillah, satu per satu si Bukit Penyiksaan itu telah berhasil dilalui, bahkan diantara 7 bukit itu, ada yang sangat terjal. Untung dengkul masih belum keropos, biar agak lambat, tetapi sampai juga.

10

16:00 WITA, tibalah kami di Plawangan Sembalun yang merupakan pos terakhir sebelum puncak, dengan ketinggian 2639 mdpl (dari total Puncak Rinjani 3726 mdpl, berarti masih lumayan jauh!), tetapi sudah berhasil membuat kami menangis haru. Bayangkan sana, kami sudah sejajar dengan awan, angin membisik dengan indah, mata tersaji Maha Karya Tuhan yang belum tentu dapat dilihat semua orang secara langsung. Terlebih kami bertiga tidak menyangka bahwa kami tante-tante lelet inilah wanita pertama dari team kami yang tiba di Plawangan Sembalun tersebut. Selamat saja alhamdulillah (ngetiknya sambil nangis.hehe).

IMG_4382

IMG_4433

IMG_4486

Kami mulai mempersiapkan kembali untuk berkemah di sana, target kami besok dini hari jam 2:00 WITA harus segera berangkat dan memetik impian kami, ke Puncak Rinjani!

26

2.00 WITA, kami segera bersiap dan membangunkan beberapa orang team yang akan bergabung untuk ke puncak pagi itu. Bukan soal ganjen, tetapi bukan hanya jaket tebal, peralatan lainnya seperti kacamata, masker penutup wajah (buff) dan lip gloss agar digunakan, untuk menghindari hempasan angin dingin, pasir dan debu, juga sengatan sinar matahari langsung.

13

Perjalanan sekitar 5 jam ini terasa lebih berat dari yang sebelumnya. Hal ini karena medan pendakian menuju puncak cukup melelahkan, padang pasir, kawah, dan jurang yang seolah tanpa dasar, akan memaksa berpacunya adrenalin selama pendakian. Untung pendakian dimulai saat masih gelap, jika tidak pasti mental jatuh duluan saat melihat jalurnya. Terlebih cuaca sedang tidak menentu, tiba-tiba panas, tiba-tiba hujan, yang kita semua tahu bahwa itu adalah pertanda akan datangnya badai. (hiks).

IMG_4396

“Seorang pendaki sejatinya tidak sedang menaklukan pucuk-pucuk tertinggi yang menusuk ke langit, melainkan ia sedang menaklukan pucuk-pucuk tertinggi dirinya sendiri sebagai manusia” – unknown

Sejujurnya, saat tanjakan pasir terakhir saya sudah tidak kuat sama sekali. Tetapi banyak penyemangat dan rekan yang membantu sehingga memberi kekuatan kepada saya untuk tetap melangkah.

14

15

Rinjani mengajarkan saya untuk tidak menyerah. Walaupun terkadang kaki terjebak di pasir, yang hanya perlu saya lakukan hanyalah melangkah dan terus berdoa.

Kemudian, tibalah saya di Puncak Rinjani..

IMG_4362

17 IMG_4250

Ya, tentu tangisan haru kami kembali membanjir (hehe). Dari puncak 3726 meter di atas permukaan laut, saya bisa melihat semua sisi pulau lombok, bahkan pulau bali dan sumba. Bahkan di kejauhan terlihat Gunung Agung Bali berdiri dengan angkuh.

Masih tidak menyangka, melihat kaldera rinjani sebesar itu, merasa bagikan buih di lautan dan membuat teringat bahwa saya sangat kecil di hadapan-Nya.

21edit

Setelah berfoto, kami harus segera turun karena tanda-tanda badai akan segera turun. Saat melihat jalur turun, saya sedikit merinding. Dan benar saja, di perjalanan turun, kami terjebak badai dan hujan yang amat derasnya. Pandangan kami tidak lebih dari 1 meter ke depan. Kanan kiri depan belakang kami telah rata tertutup kabut.

IMG_4449

Sempet-sempetnya di tengah badai

Sampai pada satu jalan lurus tepat kanan dan kiri jurang, kami melihat angin badai yang memutar-mutar dengan “cantiknya”. Bahkan saat itu saya bergumam dalam hati sebelum melangkahinya “Tuhan jika ini adalah akhir hidupku, mohon ampuni segala dosaku dan bahagiakanlah keluarga dan orang-orang tersayang”. Dengan bismillah saya melangkah dan berhasil melewatinya. Saat itu pula saya sadar, jaket saya anti anti, tetapi bukan anti badai. Segala camera dan gadget sudah saya pasrahkan jikalau memang harus rusak karena derasnya air hujan badai itu.

Alhamdulillah. Setelah beberapa jam, kami selamat dan berhasil melewati itu semua hingga tiba di camp Plawangan Sembalun kembali pada sore harinya.

Perut baru terasa lapar terlebih dengan kondisi pakaian yang basah kuyup. Kami mulai memasak hingga malam hari, makan, dan segera tidur untuk menyiapkan tenaga esok hari untuk turun.

Keesokan harinya, ini adalah titik dimana saya sebenarnya sangat sulit untuk memutuskan. Ingin hati rasanya melanjutkan ke Segara Anakan, tetapi apa daya. Karena semua pakaian sudah basah, logistik sudah habis, dan fisik setelah melawan badai di puncak kemarin harinya. Beberapa dari kami, termasuk saya, memutuskan untuk turun melewati jalur Sembalun kembali. Ah! Iri rasanya dengan rekan lainnya yang masih kuat turun melalui Senaru dan menyempatkan diri untuk membangun tenda kembali di Segara Anak.

IMG_4427

Sedikit tentang Segara Anak. Ialah danau kawah dengan kedalaman sekitar 230 m. Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjun yang sangat indah, mengalir melewati jurang yang curam. Danau Segara Anak ini banyak terdapat ikan mas dan mujair, sehingga sering digunakan untuk memancing. Dengan warna airnya yang membiru, danau ini bagaikan anak lautan, karena itulah disebut “Segara Anak”.

Katanya, danau segara anak menyimpan berbagai misteri dan dan kekuatan gaib, itulah sebabnya manusia merasa betah tinggal lama di tempat ini. Keyakinan masyarakat apabila Danau Segara Anak terlihat luas menandakan bahwa umur orang orang yang melihat itu masih panjang. Sebaliknya jika tampak sempit maka menandakan umur si penglihat pendek, untuk itu harus melakukan bersih diri artinya harus berjiwa tenang, bangkitkan semangat hidup, pandang kembali danau sepuas-puasnya. Wallahualam.

Selain Segara Anak, jalur pulang Senaru yang katanya lebih terjal dari jaur Sembalun ini juga terdapat air terjun kokok putih dan juga air panas yang sering dikunjungi orang, bahkan katanya bisa juga untuk pengobatan.

Cerita tinggallah cerita, kenyataannya saya harus menelan kekalahan atas fisik yang tidak lagi kuat melaluinya.

Tepat pukul 00:00 WITA tanggal 1 Bulan Januari 2015 saya dan team menginjakkan kaki kembali di Pos Sembalun. Saya merayakan pergantian tahun, dengan kesederhanaan segelas teh hangat, semangkuk mie rebus, dan canda tawa lepas rekan seperjuangan kala itu. Alhamdulillah.

Seminggu di Lombok sungguh tidak terasa. Setelah team yang pulang melalui Senaru tiba, kami langsung pulang menuju Jakarta. Kembali menempuh perjalanan berhari-hari di bus dan terombang-ambing di kapal laut saat menyebrang.

4

Kericuhan di atas kapal perjalanan pulang

 

9

Mba Aas, pengamen dangdut cantik khas Pantura sempat mengiringi perjalanan pulang kami

 

Detil perjalanan kami – An awesome video captured by my friend, Alif Raharjo

 

 

Terima kasih Allah atas kesempatan yang diberikan. Terima kasih atas semua keindahan dan keajaiban Rinjani yang telah memberikan keyakinan bahwa mimpi memang dapat diraih jika tidak pernah menyerah. Terima kasih atas teman-teman atas bantuan dan kehangatannya. Saya akan menjemput Segara Anak suatu saat nanti, In Sha Allah. Sampai bertemu lagi!

 

 

 

 

Source foto:

1. Koleksi Pribadi
2. Alif Raharjo
3. Hasan Cullen
4. Yona Intan Zariska
5. Tante Jessy

 

 

Event: Gerai Baru, Semangat Baru, Martha Tilaar Shop!

20 Nov

Akhir pekan kala itu, sama halnya seperti yang dilakukan sebagian warga Jakarta lainnya, saya mengunjungi Grand Indonesia Shopping Mall untuk nonton bioskop dan sekedar meilhat-lihat.

Melihat-lihat gerai di Mall buat saya menjadi trik sendiri untuk  refresh pikiran setelah lima hari penat bekerja. Kebetulan saat itu saya dapat info bahwa Martha Tilaar Shop di Grand Indonesia memperbaharui konsep ruangan mereka yang tentu sangat berbeda dengan tahun 2009, yaitu tahun dimana pertama gerai ini di buka di sana.

Hal yang membuat saya selalu tertarik dengan gerai Martha Tilaar adalah karena selalu menyelipkan kesan tradisional ke-Indonesia-an yang membuatnya selalu berbeda dengan gerai lain. Wajar saja, Martha tilaar adalah salah satu produk dan yang terbesar asli Indonesia.

Penataan Rapi dan Eye-Catching

Penataan Rapi dan Eye-Catching

Tiba lah saya di gerai barunya dan betul saja, gaya industrial dan rustic yang sedang populer  yang biasanya digunakan untuk restoran atau hotel, diterapkan di gerai ini. Sang maestro, Shanti Alaysius, seorang desainer interior asli Indonesia yang konon telah mendesain salah satu Hotel Hilton di Amerika ini memaduan antara desain modern dengan warna mayoritas putih yang menggambarkan kejujuran dan keberanian wanita Indonesia.

Lampu hias dengan kesan mewah

Lampu hias dengan kesan mewah

Gerai ini juga dilengkapi sentuhan tradisional dengan bahan dasar kayu, tembaga, anyaman, dan pencahayaan yang hangat berhasil membuat siapapun merasa nyaman berada di dalamnya. Sisi kanan gerai ini menjual kosmetik Caring Colours, PAC, Sariayu, dan Rudy Hadisuwarno. Sedangkan di sisi kirinya menjual skin care dari Biokos dan Dewi Sri Spa.

Kebayanglah kenapa Martha Tilaar Shop sudah punya 26 gerai yang bahkan dua diantaranya ada di Singapura.

Masuk lebih dalam lagi, saya disuguhkan gambar pohon Martha Tilaar pada interior dalam yang eye catching banget bentuk dan warnanya, perpaduan biru, hijau, serta abu-abu. Katanya itu menyimbolkan pohon kehidupan yang senantiasa memberi keselarasan dan mengayomi. Wajar saja, seluruh penjaga gerainya sangat ramah dan dengan sabar menjawab pertayaan saya yang nyeleneh dang a ada hubungannya sama sekali dengan urusan jual-beli.

Lukisan pohon cantik di salah satu dinding gerai

Lukisan pohon cantik di salah satu dinding gerai

Tepat di sebelah gambar pohon tadi, adalah ruangan reflexiology. Kalau tidak sedang buru-buru karena sudah terlalu malam, saya pasti udah icip-icip pijat refleksi untuk meregangkan otot setelah berjam-jam berkeliling hari itu. Lebih istimewanya lagi ada juga Spa Treatment, massage, facial, makeover, beauty class setiap hari, dan bahkan bisa membuat lipstik dengan warna sesuai selera sendiri. Ah nyesel deh ke sananya terlalu larut, jadi gak sempat main-main.

IMG_2473[1]

The last not for the least, dengan adanya gerai produk asli Indonesia berstandar internasional ini menjadi bukti nyata bahwa dengan berkarya di negeri sendiripun bisa berdiri menandingi produk internasional.

Mba kasir yang ramah

Mba kasir yang ramah

Seperti yang dilangsir dari kutipan Ibu Martha Tilaar “Jadilah tuan dan nyonya di negeri sendiri”.

 

Gunung Guntur, 2249 MDPL: “Si Pendek” yang menantang!

30 Aug

Akhir pekan, tidak terlalu banyak gunung yang dapat dikunjungi dalam waktu hanya 2 hari. Terlebih jika kawasannya sangat jauh dari Jakarta. Sehingga lagi-lagi kota Garut menjadi tujuan utama kami.

Kota Garut memang menyimpan keindahan alam yang tak berbatas. Selain Gunung Papandayan dan Cikuray yang sudah cukup dikenal, ternyata masih ada satu lagi gunung indah di sana. Gunung Guntur atau biasa disebut warga setempat gunung Gede. Hasil penelusuran singkat sebelum memutuskan berangkat, saya mendapati bahwa gunung ini memiliki ciri khas yang cukup unik dibandingkan gunung lainnya di Garut, yaitu mayoritas konturnya berpasir dan berbatu serta hanya ditumbuhi rumput ilalang (sabana) yang cukup tinggi bahkan sampai ke puncaknya. Sungguh memesona. Wajar jika beberapa orang menyebutnya Rinjaninya Kota Garut.

View dari Gunung Guntur

View dari Gunung Guntur

Gunung yang terletak di Kampung Dukuh Desa Pananjung, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut ini merupakan gunung api yang masih aktif meskipun aktivitas vulkaniknya cenderung menurun hingga kini. Namun pada tahun 1800 an, gunung ini merupakan gunung berapi paling aktif di Kota Garut dan letusan terbesarnya terjadi pada tahun 1840.

Ada beberapa yang menyebutkan bahwa Guntur adalah Rinjani-nya Kota Garut. Karena panoramanya sangat indah.Selain medan gunung yang menantang, Guntur juga dilengkapi dengan lembah, air terjun, sungai, panorama alam dan kawah.

Jumat pulang kantor seperti biasa, saya dan 6 orang teman lainnya berkumpul di Kp Rambutan. Dan langsung naik bus tujuan Garut dengan pemberhentian di pom bensin Tanjung, Garut dan masjid di dalamnya menjadi titik kumpul pertama. Kami tiba pukul 2 dini hari, sehingga sekedar merebahkan badan setelah melaksanakan 2 rakaat rasanya baik untuk kami mengumpulkan tenaga untuk tracking beberapa jam ke depan.

Jam menunjukkan pukul 5 pagi, setelah kami melakukan Shalat Subuh dan packing ulang, kami siap untuk memulai perjalanan melalui gang sebelah pom bensin yang merupakan awal mula jalur pendakiannya. Rejeki anak sholeh sholehah! Baru jalan kaki sedikit, langsung dapat tebengan truk. Sebenernya nebeng truk itu pilihan hidup dan mati. Jalur berpasirnya yang kayaknya gak cocok buat truk untuk memanjat dan berkelok dengan sisi kanan dan kiri jurang selain bikin mules, kalau lengah sedikit bisa kelempar keluar dari truknya. Tetapi karena dapat menghemat waktu selama 2 jam dengan berjalan kaki, alhasil kamipun menaikinya.

Naik truk penambang pasir

Naik truk penambang pasir

Sunrise di perjalanan di atas truk

Sunrise di perjalanan di atas truk

 

Kalau dilihat dari ketinggian Gunung Guntur 2249 MDPL, banyak orang yang meremehkannya. Sepertinya mudah saja untuk mendaki, bahkan pendaki pemula juga oke. Terlebih ketinggian gunung ini lebih rendah dari ketinggian Gunung Papapandayan (2665 MDPL) yang biasanya digunakan untuk sekedar camping ceria. Rasanya cukup untuk sekedar melepaskan rindu dengan tracking dan udara gunung. Terlebih saya saat itu baru saja sembuh dari demam selama 3 hari. Itupun setelah mendesak dokter untuk memberikan obat yang paling manjur yang dia punya agar dapat sembuh selama 3 hari saja. Walaupun sang dokter kala itu hanya tertawa mendengar permintaan saya, tetapi Alhamdulillah berkat ridho Allah SWT melaui obat dokter itupun saya siap bertempur setelah 3 hari sakit.

Tetapi… dugaan saya terpatahkan sesaat setelah saya berada sejak di kaki gunungnya pun.

Gunung Guntur memiliki kemiringan yang sangat curam dan material tanah berupa tanah pasir berbatu. Untuk stabilitas tanahnya wilayah ini tergolong labil, dengan tingkat kelongsoran tanah yang tinggi dan daya serap tanah yang cukup. Hal ini diperparah dengan pengrusakan yang dilakukan oleh para penambang pasir ilegal di kaki gunung ini. Terlihat betapa tandusnya kawasan kaki gunung ini sebagai akibat dari penambangan pasir tersebut.

IMG_0337

 

Dengan bismillah saya melanjutkan tracking.

 

Ini adalah pendakian pertama ke Gunung Guntur untuk kami bertujuh, sehingga bermodal bismillah kami menyusuri track dengan track yang ada. Ternyata benar saja, ada dua jalur pendakian, yaitu jalur Curug Citiis 1-3 atau yang satu lagi jalur ikan asin (sebenarnya ini julukan dari saya sendiri, betapa tidak lewat jalur ini jalanan kering kerontang tanpa air, panas, dan pepohonan rindang hanya bisa dihitung dengan jari – persis seperti proses pembuatan ikan asin hehehe). Dan kenyataannya, kami melewati jalan ikan asin itu (Ini menjadi sangat penting, jangan lupa pakai sunblock!) Sedangkan yang lainnya ternyata banyak yang melewati jalur Curug Citiis yang lebih rindang walaupun tracknya luar biasa dasyat, jalur tracknya hamper mirip seperti Gunung Cikuray.

IMG_0271

IMG_0278

 

Jika mendaki gunung lain, team tidak akan terpecah, saling tunggu dan saling susul. Berbeda dengan pendakian Gunung Guntur, masing-masing memiliki metode sendiri untuk menjaga diri masing-masing agar tetap sanggup untuk mendaki. Bahkan saya menerapkan sistem 10:1, jadi 10 kali mendaki 1 kali berhenti untuk nafas lebih panjang. Tetapi sayangnya jalur pasir nan seru ini membuat perjalanan lebih istimewa, karena dengan mendaki 10 langkah, akan merosot 5 langkah.

IMG_0258

 

Namun jangan salah, melewati jalur Curug juga hanya sampai batas Curug 3, setelah itu sama seperti jalur ikan asin yang kejemur luar biasa maha dasyat dengan nafas senin-kamis dan tidak ada sumber air lagi. Curug Citiis 3 adalah sumber air terakhir, yang berarti pendakian semakin berat karena harus mengambil air sebanyak-banyaknya biar tetap bertahan hidup selama di puncak. Dengan track nan aduhai dan stok berliter-liter air di gendongan membuat perjalann ini semakin menantang.

 

Seperti yang saya ungkap sebelumnya, jumlah pohon rindang bisa dihitung dengan jari, sehingga dirasa setiap pohon rindang kami anggapn sebagai pos untuk beristirahat sejenak dan bahkan sampe umpel-umpelan dengan pendaki lain yang juga lagi neduh dan istirahat saking jarangnya pohon rindang.

IMG_0333

 

Semakin menuju puncak semakin miring juga jalannya, bahkan sampai hampir harus mencium tanah, karena sudah tidak bisa dibedakan kembali mana tanah untuk dipijak mana tanah untuk berpegangan. Bisa dibayangkan sistem 10:1 tadi akhirnya berubah menjadi 5:1 dengan paha dan betis yang saling bergema di setiap langkahnya (nyut-nyutan). Luas biasaaaa seruuu!

IMG_1212

IMG_0352

 

Tidak terasa 7 jam sudah berlalu (siapa bilang tidak terasa?), tibalah kami di puncak bersama 2 rekan saya yang lain. Dari situ kami tersedar, bahwa tendanya ada bersama 4 kami lainnya yang belum sampai puncak. Akhirnya dengan panas terik kami memulai memasak karena perut juga sudah terasa sangat lapar 4 bungkus indomie kami makan bersama 3 pendaki lain yang juga sedang menunggu rombongannya.

IMG_0243

 

Lelah berubah menjadi rasa syukur saat melihat panorama indah dari atas sini. Kota Garut nan indah, terlihat lebih indah dari atas sini. Subhanallah.

 

Beberapa jam kemudian, 4 teman kami lainnya. Dengan sigap kami bekerjasama membangun tenda dan memasak untuk rekan kami yang baru tiba. Satu nilai plus lagi untuk hobi mendaki ini, bersosialisasi dan kerjasama dengan yang lainnya tanpa pamrih.

IMG_0467

IMG_0494

 

Malam tiba, terdengar di luar tenda riuh tertawa bersorak pendaki-pendaki yang sudah membangun tendanya. Bahkan salah satu rekan kami berkata bahwa pemandangan kota Garut sangat canti di malam hari dengan cahaya-cahaya lampunya yang menghias seperti bintang. Seperti sedang berada tengah langit, dengan kemilau bintang dari atas langit dan dari bawah dari cahaya lampu Kota Garut. Namun apa daya, karena badan kembali tidak enak. Padahal inilah yang dinantikan semua pendaki Gunung Guntur.

 

Setelah saya memutuskan untuk berada di dalam tenda, dingin malah semakin menggigit. Kulit terasa semakin kering terlebih setelah siangnya tersengat panas terik, terlebih di Puncak Gunung Guntur ini dehidrasi sangat tinggi karena tidak ada sumber air. Sehingga berpengaruh pada kulit yang juga dirasa butuh untuk meregenerasi dengan asupan yang cukup. Terbawa saat kebiasaan di rumah, caring moment pakai pelembab Nivea Night Whitening Body Serum pun saya lakukan di sini. Siapa bilang pendaki atau seorang backpacker ga boleh menjaga kulitnya. Bahkan akibat sengatan matahari langsung, kulit lebih cepat rusak dan harus cepat pula diperbaiki. Terlebih malam hari adalah saat yang paling aktif, bahkan 2 kali lebih aktif ber-regenerasi mengeluarkan hormon pertumbuhan yang berguna buat memperbaiki sel-sel yang rusak itu jika dirangsang dengan serum bervitamin C ini. Jadilah kebiasaan ini kebawa-bawa kemanapun, dan siap tidur berselimut sleeping bag hangat di malam hari.

IMG_1894

 

Dan besoknya saya baru sadar, kalau kita baru di puncak 1 karena dari situ melihat puncak lainnya yaitu puncak 2, dan yang lebih terkejut lagi ternyata Guntur punya 4 puncak.

 

Karena saya ga sanggup, saya rasa tidak wajib sampai ke puncak 4 (ya daripada ga bisa turun lagi ya boooo ini udah pegel banget).

Pagi hari, saatnya berjumpa dengan sunrise yang indah.

Sunrise cantik dan Gunung Ceremai, view dari gunung Guntur

Sunrise cantik dan Gunung Ceremai, view dari gunung Guntur

Matahari tertutup kabut

Matahari tertutup kabut

kami!

kami!

 

It’s time to Turun Gunung!

Tanpa ragu-ragu, gunung Guntur saya nobatkan sebagai gunung yang lebih susah dituruni walaupun lebih pendek mdplnya dari gunung lain yang pernah didaki. Di Gunung Slamet manjat berjam-jam, turun bisa cuma 2 jam. Minimal bisa gelindingan. Sedangkan di Guntur, jangankan lari, gelesoran ngikutin kerikil saja masih sulit. Akhirnya saya memilih seperti turun dengan teknik perosotan sampai celana sobek di bagian belakang yang baru saya sadari saat hamper sudah sampai bawah. Hiks!

Teknik merosot turun

Teknik merosot turun

 

Celana Belakang Sobek akibat Merosot turun

Celana Belakang Sobek akibat Merosot turun

Catatan wajib: sarung tangan tebal, buff (penutup muka), dan sepatu di Gunung Guntur adalah wajib.

City Sight from Here, Garut

City Sight from Here, Garut

Pendaki dan Kota Garut

Pendaki dan Kota Garut

 

Setelah beberapa jam akhirnya, tibalah di bawah. Perjuangan maha Dasyat mendaki Gunung Guntur malah membuat saya rindu sesaat setelah mencapai kaki gunungnya. Dan suatu saat pasti akan melalukannya lagi, suatu saat.

 

 

 

Remember this:

Take nothing but pictures, 

Leave nothing but footprints, 

Kill nothing but time.

 

 

[Video Tutorial Hijab dan Make up] Jilbab paris segitiga!

1 Aug

paris segitiga

 

Ini dia tutorial jilbab paris segitiga yang tetap bisa menutup bagian dada. Happy Ied Mubarak!

 

[Tutorial Make Up adn Hijab] Happy Ied Mubarak!

1 Aug

Hijab dan make up tutorial lebaran

Happy watching! :)

 

[Event] Beauty Blogger Gathering with Biokos-Caring Colours

26 Apr

Assalamualaikum,

Menulis, menulis, dan menulis rasanya sudah meresap dalam jemari, walau terkadang lebih cepat dari pada apa yang difikirkan. Sampai-sampai blog sendiri pun kadang terabaikan, maafkan.. Segala hal yang telah dijalani, dilakukan, dirasakan, dan difikirkan ingin rasanya dituangkan dalam tulisan agar saya selalu ingat apa yang telah terjadi kala itu, senang, sedih, gelisah, dan lain sebagainya.

Seperti rasa senang bukan kepayang hari itu (29/3), saya bangun pagi dan bergegas ke salah satu event seru Beauty Blogger Gathering with Biokos-Caring Colours di Outback Steak House Kuningan City.  Sebelumnyasaya sering ke event gathering seperti ini, tetapi untuk event kali ini agak berbeda dengan yang sebelumnya. Kalau saya tuangkan dengan 3 kata, seru, unik, knowledgable! Betapa tidak,  dalam acara ini selain sisi kecantikan dari Caring Colours, ditonjolkan pula sisi kesehatan kulitnya dari Biokos oleh masing-masing pakar ternamanya yang disajikan dari awal sampai akhir acara dan bebas dari kata bosan.

Suasana Beauty Blogger Gathering

Acara dimulai dengan makan siang Beef Steak ala Outback Steak House yang udah gak diragukan lagi enaknya (nyum!).

20140329_132954

 

Jam 13.30 tepat acarapun dimulai. Amaze! ternyata acara dibuka oleh Principal of Pustita Martha, Ibu Edwina Waas. Betapa tidak, ini adalah sekolah kecantikan yang saya idamkan sejak lama, dan sudah masuk target saya untuk segera menjadi muridnya.

20140329_140005

Edwina Waas – Principal of Peupita Matrha International Beauty School

Ya, wanita mana yang tidak ingin menjadi seorang BeautyPrenuer yang menjadikan hobi dan kesehariannya dalam bidang beauty, fashion, dan lifestyle dapat menjadi pendapatannya juga? Apalagi dalam faktanya, menurut Adrian Chang (CEO JobsDB), mengatakanIndonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah pencari kerja terbesar di Asia, yaitu 30 juta pencari kerja setiap tahunnya. Selain itu, jumlah wirausaha Indonesia dalam setahun terakhir meningkat dari 0,24% menjadi 1, 65% atau 3,74 juta orang).

Terlebih hasil survey dalam koran Kompas, (23/1) tertulis 10 pekerjaan menajanjian di masa depan dengan peringkat ter-wahidnya adalah Dunia Fashion. Tetapi jangan salah, industri fashion itu, tidak terpaku soal make up atau rambut saja, tetapi juga lainnya seperti photography, spa &  wellness, beauty aesthetic, bridal, wedding organizer, creative, entertainment, education, blogger dan lain sebagianya.

Boleh kesampingkan tentang itu, intinya karyawan atau wirausaha ini ada pada diri masing-masing, ingin bagaimana dan senyaman apa hidup seseorang itu. Tetapi bagi saya hal ini menarik untuk dipertimbangkan.

Kembali ke Puspita Martha School. Saya sudah mencari tahu banyak tentang sekolah ini, yang mana sudah berdiri sejak tahun 1970 yang mana jauh dari tahun kelahiran saya, dan berhasil menelurkan banyak murid yang berprestasi dengan range umur 17 tahun bahkan 56 tahun, Bahkan pernah memecahkan record gadis berumur 9 tahun dengan bakat dan darah seni keturunan dari orang tuanya ini pernah menjadi lulusan di sekolah ini, BeautyPreneurship adalah sebutan bagi alumninya. Setelah dipaparkan banyak BeautyPreneurship  yang berhasil, saya semakin ingin bersekolah di sana. Ibu Edwina menutup presentasi serunya dengan 3 kunci jadi entrepreneur sukses, knowledge, passion, dan fire!

20140329_144002

dr. Astrid F. Tilaar, Msi – Consulting Doctor di Puspisa Martha

 

Acara dilanjutkan dengan presentasi dari dr. Astrid F. Tilaar, Msi sebagai Consulting Doctor di Puspisa Martha. Walau jujur saya tidak begitu mengerti apa arti dari gelar di belakangnya, tetapi bisa saya simpulkan ini dokter kecantikan untuk pasien yang mau cantik yang selain pintar bahkan dokter ini cantik lengkap dnegan kulit yang juga cantik. Hmm, tapi bisa dibayangkan kalau ke dokter kecantikan kulit yang kulitnya gak cantik, pasti pasien mundur sebelum konsultasi.

Ini yang membedakan event ini dengan event kecantikan lainnya. Dr. Astrid membagikan beberapa tips dalam kecantikan yang tidak mengesampingkan sisi kesehatan kulit. Dari berbagai tips darinya, makan yang benar, olahraga yang cukup, dan skin care adalah hal yang paling penting dalam menjaga kecantikan dan kesehatan kulit.

Di era perkembangan teknologi saat ini, banyak sekali kita dengar tentang teknologi kulit yang ditawarkan oleh dokter-dokter kecantikan yang perlu kita ketahui agar tidak salah dalam pengambilan keputusan untuk mempercantik kulit.

Dari segala keluhan dan keinginan pasien-pasiennya, dr. Astrid mengklasifikasikan dalam 4 R faktor peremajaan kulit: Relax, Refill,Laser, dan Redrape.

Relax – dengan Botox. Kita sering mendengar Botox (Botulinum Toxin), tetapi jujur saja saya pun tidak tahu pasti dengan hal ini sebelumnya. Botox adalah metode kedokteran yang disarankan dokter bagi pasien yang mengalami pelemasan/ peregangan otot kulit. Pelemasan otot atau dalam bentuk kerutan di sekitar pinggiran mata atau mulut yang secara alamiah ini tidka bisa dihindarkan, karena terbentuk karena rutinitas tertawa, bicara, dan berekspresi.

Refill – dengan Dermal Filler. Ini berguna untuk mengencangkan/ mengisi bagian kulit disekitar pipi. Berasaldari kata fill, yaitu dengan mengisi cekungan di pipi agar terlihat lebih kencang.

Resurface – dengan Laser. Sebenarnya ini yang paling saya takutkan, bahkan sesaat setelah mendengarnya. Tetapi metode ini digunakan untuk menghilangkan jerawat, mencerahkan dan menghaluskan kulit.

Redrape – Surgical Procedure. Pembedahan untuk penggabungan kembali.

Selain teknikal, ada juga cosmeceuticals yaitu beberapa zat sehat yang berada diantara kosmetik dan medical yang berefek di dalam kulit, seperti antioksidan (Vit C dan E). Sedikit tips dari dr. Astrid, bahwa kulit berminyak untuk tidak mengkonsumsi vitamin E karena akan merangsang produksi minyak yang berlebih. Cosmeceucals lainnya yaitu Hyalunonic Acis biasanya digunakan untuk merangsang kolagen untuk kekenyalan kulit agar lebih kencang. Ada juga Alpha Hydro Acid untuk jerawat, dan Topical Retinoid untuk anti-aging.

Walaupun saya belum tentu akan melakukan beberapa treatment itu, tetapai memiliki pengetahuan tentang hal-hal tersebut menbuat saya lebih instropeksi tentang hidup lebih sehat, dengan makanan sehat dna olahraga yang teratur agar lifetime kesehatan kulit terjaga lebih lama. Seperi pesan yang disampaikan dr.Astrid dipenghujung presentasinya “Jika mau cantik, cantiklah yang sehat dan natural dan kenali produk yang akan digunakan”.

Acara yang dinantikan datang juga, yaitu praktek menggunakan produk kesehatan kulit, Biokos. Selain diberitahu bagaimana cara membersihkan wajah yang benar, kali ini Nur Azizah(Make Up Artist Martha Tilaar) membagikan tips meregangkan otot wajah yang simple dan berguna dengan “the natural face lift” dan mengajarkan cara memijat wajah yang baik dan benar. Wuih enaknya  yang jadi model, pasti seger setelah dilakukan pemijatan tersebut.

20140329_153333

The Natural Face Lift

20140329_153428

Pijat Wajah ala Azizah

Setelah muka bersih dan fresh kembali, acara dilanjutkan dengan tips make up ala Toney MLK, professional Make Up Artis and Hair Dresser sejak 2006, dan salah satu instruktur di Puspita Martha International Beauty School. Lebih okenya lagi, make up Toney ini sering dipakai untuk pemotretan Amica, Bazaar, Cosmopolitan, Hair Ideas, dan banyak lagi. Jadi gak sabar ikutin kelasnya!

Tahap demi tahap disharingkan oleh Toney, dari penggunaan BB Cream dengan cara yang tepat. Menurut Toney, penggunaan BB Cream sebaiknya menggunakan ujung jari karena suhu ujung jari lebih hangat sehingga lebih mudah meresap. Selain itu Toney juga berkata penggunaan BB Cream dan foundation tidak perlu dilakukan berkali-kali karena justru akan membuat wajah seperti menggunakan topeng. Kemudian dilanjutkan dengan bedak, lipstik, shading, dan yang paling menarik untuk saya adalah cara Toney dalam melakukan aplikasi make up pada mata.  Interesting!

Ada satu tips yang tidak akan saya lupakan tentang “jahit bulu mata”. Bukan benar-benar dijahit dengan jarum dan benang loh, tapi ini istilah Toney saja untuk metode pemasangan bulu mata agar terlihat lebih natural. Pernah liaht tidak, diberbagai buku make up atau hasil make up para professional make up artist, jika diperhatikan pada bulu mata sangat jelas terlihat bahwa bulu mata asli dan palsu tidak bersatu dan ini membuatnya terlihat tidak natural. Dan Toney membagikan tips untuk menyatukan bulu mata asli dan palsu tersebut dengan teknik “jahit bulu mata”, yaitu dengan menambahkan kembali lem pada pertengan bulu mata palsu (yang sudah terpasang di kelopak mata), kemudian dirapatkan bulu mata asli dan palsu dengan bantuan ujung belakang kuas agar lebih rekat dan tidak terpisahkan. Taraaa! Jadilah bulu mata anti badai yang sempurna dan terlihat natural walaupun dengan bulu mata yang sangat besar dan tebal sekalipun. Ilmu yang selama ini belum saya dapatkan dari Make Up Artist lainnya.

Teknik Jahit bulu mata - Toney MLK

Teknik jahit bulu mata – Toney MLK

Hasil praktek jahit bulu mata (padahal dapetnya bulu mata yang tebal dan panjang banget, tapi terlihat lebih menyatu)

Hasil praktek jahit bulu mata (padahal dapetnya bulu mata yang tebal dan panjang banget, tapi terlihat lebih menyatu)

Acara ditutup dengan foto bersama dan goodybag cantik yang berisi banyak sekali produk Biokos dan Caring Colours. It’s been an unforgatable beauty blogger gathering ever!

Foto-foto bersama

Foto Bersama: Setengah dari jumlah peserta Gathering (saking ramenya, tempat fotonya gak muattt!)

 

Terima kasih, we’ll see you on the next event.

 

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 5,702 other followers