Gunung Guntur, 2249 MDPL: “Si Pendek” yang menantang!

30 Aug

Akhir pekan, tidak terlalu banyak gunung yang dapat dikunjungi dalam waktu hanya 2 hari. Terlebih jika kawasannya sangat jauh dari Jakarta. Sehingga lagi-lagi kota Garut menjadi tujuan utama kami.

Kota Garut memang menyimpan keindahan alam yang tak berbatas. Selain Gunung Papandayan dan Cikuray yang sudah cukup dikenal, ternyata masih ada satu lagi gunung indah di sana. Gunung Guntur atau biasa disebut warga setempat gunung Gede. Hasil penelusuran singkat sebelum memutuskan berangkat, saya mendapati bahwa gunung ini memiliki ciri khas yang cukup unik dibandingkan gunung lainnya di Garut, yaitu mayoritas konturnya berpasir dan berbatu serta hanya ditumbuhi rumput ilalang (sabana) yang cukup tinggi bahkan sampai ke puncaknya. Sungguh memesona. Wajar jika beberapa orang menyebutnya Rinjaninya Kota Garut.

View dari Gunung Guntur

View dari Gunung Guntur

Gunung yang terletak di Kampung Dukuh Desa Pananjung, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut ini merupakan gunung api yang masih aktif meskipun aktivitas vulkaniknya cenderung menurun hingga kini. Namun pada tahun 1800 an, gunung ini merupakan gunung berapi paling aktif di Kota Garut dan letusan terbesarnya terjadi pada tahun 1840.

Ada beberapa yang menyebutkan bahwa Guntur adalah Rinjani-nya Kota Garut. Karena panoramanya sangat indah.Selain medan gunung yang menantang, Guntur juga dilengkapi dengan lembah, air terjun, sungai, panorama alam dan kawah.

Jumat pulang kantor seperti biasa, saya dan 6 orang teman lainnya berkumpul di Kp Rambutan. Dan langsung naik bus tujuan Garut dengan pemberhentian di pom bensin Tanjung, Garut dan masjid di dalamnya menjadi titik kumpul pertama. Kami tiba pukul 2 dini hari, sehingga sekedar merebahkan badan setelah melaksanakan 2 rakaat rasanya baik untuk kami mengumpulkan tenaga untuk tracking beberapa jam ke depan.

Jam menunjukkan pukul 5 pagi, setelah kami melakukan Shalat Subuh dan packing ulang, kami siap untuk memulai perjalanan melalui gang sebelah pom bensin yang merupakan awal mula jalur pendakiannya. Rejeki anak sholeh sholehah! Baru jalan kaki sedikit, langsung dapat tebengan truk. Sebenernya nebeng truk itu pilihan hidup dan mati. Jalur berpasirnya yang kayaknya gak cocok buat truk untuk memanjat dan berkelok dengan sisi kanan dan kiri jurang selain bikin mules, kalau lengah sedikit bisa kelempar keluar dari truknya. Tetapi karena dapat menghemat waktu selama 2 jam dengan berjalan kaki, alhasil kamipun menaikinya.

Naik truk penambang pasir

Naik truk penambang pasir

Sunrise di perjalanan di atas truk

Sunrise di perjalanan di atas truk

 

Kalau dilihat dari ketinggian Gunung Guntur 2249 MDPL, banyak orang yang meremehkannya. Sepertinya mudah saja untuk mendaki, bahkan pendaki pemula juga oke. Terlebih ketinggian gunung ini lebih rendah dari ketinggian Gunung Papapandayan (2665 MDPL) yang biasanya digunakan untuk sekedar camping ceria. Rasanya cukup untuk sekedar melepaskan rindu dengan tracking dan udara gunung. Terlebih saya saat itu baru saja sembuh dari demam selama 3 hari. Itupun setelah mendesak dokter untuk memberikan obat yang paling manjur yang dia punya agar dapat sembuh selama 3 hari saja. Walaupun sang dokter kala itu hanya tertawa mendengar permintaan saya, tetapi Alhamdulillah berkat ridho Allah SWT melaui obat dokter itupun saya siap bertempur setelah 3 hari sakit.

Tetapi… dugaan saya terpatahkan sesaat setelah saya berada sejak di kaki gunungnya pun.

Gunung Guntur memiliki kemiringan yang sangat curam dan material tanah berupa tanah pasir berbatu. Untuk stabilitas tanahnya wilayah ini tergolong labil, dengan tingkat kelongsoran tanah yang tinggi dan daya serap tanah yang cukup. Hal ini diperparah dengan pengrusakan yang dilakukan oleh para penambang pasir ilegal di kaki gunung ini. Terlihat betapa tandusnya kawasan kaki gunung ini sebagai akibat dari penambangan pasir tersebut.

IMG_0337

 

Dengan bismillah saya melanjutkan tracking.

 

Ini adalah pendakian pertama ke Gunung Guntur untuk kami bertujuh, sehingga bermodal bismillah kami menyusuri track dengan track yang ada. Ternyata benar saja, ada dua jalur pendakian, yaitu jalur Curug Citiis 1-3 atau yang satu lagi jalur ikan asin (sebenarnya ini julukan dari saya sendiri, betapa tidak lewat jalur ini jalanan kering kerontang tanpa air, panas, dan pepohonan rindang hanya bisa dihitung dengan jari – persis seperti proses pembuatan ikan asin hehehe). Dan kenyataannya, kami melewati jalan ikan asin itu (Ini menjadi sangat penting, jangan lupa pakai sunblock!) Sedangkan yang lainnya ternyata banyak yang melewati jalur Curug Citiis yang lebih rindang walaupun tracknya luar biasa dasyat, jalur tracknya hamper mirip seperti Gunung Cikuray.

IMG_0271

IMG_0278

 

Jika mendaki gunung lain, team tidak akan terpecah, saling tunggu dan saling susul. Berbeda dengan pendakian Gunung Guntur, masing-masing memiliki metode sendiri untuk menjaga diri masing-masing agar tetap sanggup untuk mendaki. Bahkan saya menerapkan sistem 10:1, jadi 10 kali mendaki 1 kali berhenti untuk nafas lebih panjang. Tetapi sayangnya jalur pasir nan seru ini membuat perjalanan lebih istimewa, karena dengan mendaki 10 langkah, akan merosot 5 langkah.

IMG_0258

 

Namun jangan salah, melewati jalur Curug juga hanya sampai batas Curug 3, setelah itu sama seperti jalur ikan asin yang kejemur luar biasa maha dasyat dengan nafas senin-kamis dan tidak ada sumber air lagi. Curug Citiis 3 adalah sumber air terakhir, yang berarti pendakian semakin berat karena harus mengambil air sebanyak-banyaknya biar tetap bertahan hidup selama di puncak. Dengan track nan aduhai dan stok berliter-liter air di gendongan membuat perjalann ini semakin menantang.

 

Seperti yang saya ungkap sebelumnya, jumlah pohon rindang bisa dihitung dengan jari, sehingga dirasa setiap pohon rindang kami anggapn sebagai pos untuk beristirahat sejenak dan bahkan sampe umpel-umpelan dengan pendaki lain yang juga lagi neduh dan istirahat saking jarangnya pohon rindang.

IMG_0333

 

Semakin menuju puncak semakin miring juga jalannya, bahkan sampai hampir harus mencium tanah, karena sudah tidak bisa dibedakan kembali mana tanah untuk dipijak mana tanah untuk berpegangan. Bisa dibayangkan sistem 10:1 tadi akhirnya berubah menjadi 5:1 dengan paha dan betis yang saling bergema di setiap langkahnya (nyut-nyutan). Luas biasaaaa seruuu!

IMG_1212

IMG_0352

 

Tidak terasa 7 jam sudah berlalu (siapa bilang tidak terasa?), tibalah kami di puncak bersama 2 rekan saya yang lain. Dari situ kami tersedar, bahwa tendanya ada bersama 4 kami lainnya yang belum sampai puncak. Akhirnya dengan panas terik kami memulai memasak karena perut juga sudah terasa sangat lapar 4 bungkus indomie kami makan bersama 3 pendaki lain yang juga sedang menunggu rombongannya.

IMG_0243

 

Lelah berubah menjadi rasa syukur saat melihat panorama indah dari atas sini. Kota Garut nan indah, terlihat lebih indah dari atas sini. Subhanallah.

 

Beberapa jam kemudian, 4 teman kami lainnya. Dengan sigap kami bekerjasama membangun tenda dan memasak untuk rekan kami yang baru tiba. Satu nilai plus lagi untuk hobi mendaki ini, bersosialisasi dan kerjasama dengan yang lainnya tanpa pamrih.

IMG_0467

IMG_0494

 

Malam tiba, terdengar di luar tenda riuh tertawa bersorak pendaki-pendaki yang sudah membangun tendanya. Bahkan salah satu rekan kami berkata bahwa pemandangan kota Garut sangat canti di malam hari dengan cahaya-cahaya lampunya yang menghias seperti bintang. Seperti sedang berada tengah langit, dengan kemilau bintang dari atas langit dan dari bawah dari cahaya lampu Kota Garut. Namun apa daya, karena badan kembali tidak enak. Padahal inilah yang dinantikan semua pendaki Gunung Guntur.

 

Setelah saya memutuskan untuk berada di dalam tenda, dingin malah semakin menggigit. Kulit terasa semakin kering terlebih setelah siangnya tersengat panas terik, terlebih di Puncak Gunung Guntur ini dehidrasi sangat tinggi karena tidak ada sumber air. Sehingga berpengaruh pada kulit yang juga dirasa butuh untuk meregenerasi dengan asupan yang cukup. Terbawa saat kebiasaan di rumah, caring moment pakai pelembab Nivea Night Whitening Body Serum pun saya lakukan di sini. Siapa bilang pendaki atau seorang backpacker ga boleh menjaga kulitnya. Bahkan akibat sengatan matahari langsung, kulit lebih cepat rusak dan harus cepat pula diperbaiki. Terlebih malam hari adalah saat yang paling aktif, bahkan 2 kali lebih aktif ber-regenerasi mengeluarkan hormon pertumbuhan yang berguna buat memperbaiki sel-sel yang rusak itu jika dirangsang dengan serum bervitamin C ini. Jadilah kebiasaan ini kebawa-bawa kemanapun, dan siap tidur berselimut sleeping bag hangat di malam hari.

IMG_1894

 

Dan besoknya saya baru sadar, kalau kita baru di puncak 1 karena dari situ melihat puncak lainnya yaitu puncak 2, dan yang lebih terkejut lagi ternyata Guntur punya 4 puncak.

 

Karena saya ga sanggup, saya rasa tidak wajib sampai ke puncak 4 (ya daripada ga bisa turun lagi ya boooo ini udah pegel banget).

Pagi hari, saatnya berjumpa dengan sunrise yang indah.

Sunrise cantik dan Gunung Ceremai, view dari gunung Guntur

Sunrise cantik dan Gunung Ceremai, view dari gunung Guntur

Matahari tertutup kabut

Matahari tertutup kabut

kami!

kami!

 

It’s time to Turun Gunung!

Tanpa ragu-ragu, gunung Guntur saya nobatkan sebagai gunung yang lebih susah dituruni walaupun lebih pendek mdplnya dari gunung lain yang pernah didaki. Di Gunung Slamet manjat berjam-jam, turun bisa cuma 2 jam. Minimal bisa gelindingan. Sedangkan di Guntur, jangankan lari, gelesoran ngikutin kerikil saja masih sulit. Akhirnya saya memilih seperti turun dengan teknik perosotan sampai celana sobek di bagian belakang yang baru saya sadari saat hamper sudah sampai bawah. Hiks!

Teknik merosot turun

Teknik merosot turun

 

Celana Belakang Sobek akibat Merosot turun

Celana Belakang Sobek akibat Merosot turun

Catatan wajib: sarung tangan tebal, buff (penutup muka), dan sepatu di Gunung Guntur adalah wajib.

City Sight from Here, Garut

City Sight from Here, Garut

Pendaki dan Kota Garut

Pendaki dan Kota Garut

 

Setelah beberapa jam akhirnya, tibalah di bawah. Perjuangan maha Dasyat mendaki Gunung Guntur malah membuat saya rindu sesaat setelah mencapai kaki gunungnya. Dan suatu saat pasti akan melalukannya lagi, suatu saat.

 

 

 

Remember this:

Take nothing but pictures, 

Leave nothing but footprints, 

Kill nothing but time.

 

 

90 Responses to “Gunung Guntur, 2249 MDPL: “Si Pendek” yang menantang!”

  1. pipit September 11, 2014 at 8:14 am #

    Udah lama gak naik gunung😦 kangeeeen banget…

  2. Resha October 2, 2014 at 8:04 am #

    Ah seru banget Mbak Cahya! Kapan-kapan insya Allah aku mau coba ke sana ah!🙂

  3. Mirzal November 5, 2014 at 12:32 pm #

    Keren!! Next time kesana aah

    Nice pics btw😀

    • cmeythasari January 31, 2015 at 5:02 am #

      terima kasih.. seru kak silahkan🙂

  4. Ao gastrobar November 16, 2014 at 9:47 am #

    Jgn mengambil sesuatu kecuali gambar..#Salam lestari…🙂

  5. Anonymous November 24, 2014 at 6:23 am #

    minta pinnya dg teh, mgkn next time bisa nanjak bareng

  6. Adi Subechi November 27, 2014 at 7:23 am #

    celananya keren sis

  7. okydimas December 2, 2014 at 6:38 pm #

    kkereenn mba… jadi pengen ke guntur..

    • cmeythasari January 31, 2015 at 5:04 am #

      banget kak, silahkan.. kalo ada kesempatan rasanya saya juga mau ke sana lagi in sha Allah

  8. irfangeofisika December 8, 2014 at 6:45 am #

    Wah keren bnget ya gunung gunturnya…mantap foto nya?
    Boleh dong kpan2 bs join daki bareng..
    jauh ya 7 jam jalan?

    • cmeythasari January 31, 2015 at 5:04 am #

      kalau saya si iya kak 7 jam, kalau kaka yang lebih pengalaman mungkin bisa lebih cepet😀

  9. Anonymous December 18, 2014 at 6:53 am #

    Nice mba..perlu d coba kayaknya..siap jd guide ku ya mba? 😊

    • cmeythasari January 31, 2015 at 5:05 am #

      wahhh belum mahir kalo jadi guide kak, bisa-bisa nyasar hehehhe

  10. sean December 18, 2014 at 6:55 am #

    Keren..siap jd guide ku ya mba? 😊

    • cmeythasari January 31, 2015 at 5:05 am #

      terima kasih kak.. belum kalau jadi guide bisa nyasar nanti🙂

  11. Anonymous December 24, 2014 at 5:02 am #

    wooww…nice story..30 Des 2014 rencana mendaki gn guntur..Bismillah..:)

  12. Anonymous December 24, 2014 at 5:11 am #

    ijin copas foto nya..buat upload path..buat racunin temen biar semakn semangat besok mendaki nya…makasih…

    tomz stonez I path

    • cmeythasari January 31, 2015 at 5:07 am #

      silahkan kak.. jangan lupa kasih sumbernya dari sini ya kak, biar nambah yang baca hehehehe

      • huda triatna December 29, 2015 at 4:05 am #

        wiih, prmpuan strong.. Saya jdi pngin lah k gntur biar PAGUCI is COMPLETED.. hehe

      • cmeythasari December 29, 2015 at 11:21 pm #

        Kereeeenn paguci nya komplit. aku malah belum ke cikuray.. keburu rame banget yaaa😦

  13. wonktegal,bolang komputer January 3, 2015 at 6:54 am #

    nice info nya , catpernya kereeeennn

    mba… wkt celananya sobek.., berarti kelihatan dong..🙂

    • cmeythasari January 31, 2015 at 5:08 am #

      Masya Allah kecelakaan kak..
      kalau tau itu robek saya pasti buru-buru tutup. makanya info buat yang lain untuk pakai double

  14. spheriks January 21, 2015 at 8:39 am #

    Keren mbak, catpernya, eh ternyata ada iklan lotionnya juga tho :p

    • cmeythasari January 31, 2015 at 5:53 am #

      heheh iya kak sedikit pesan sponsor

  15. Budbud January 22, 2015 at 7:26 am #

    Keren mb ceritanya.. Cakeep😉
    Trima kasih sudah share, sdh lama sekali ga naek gunung…heuheu

  16. ndaru January 26, 2015 at 9:36 am #

    mantapp..minggu depan saya kesana😀

  17. farie judhistira February 4, 2015 at 6:35 am #

    nice info ka.. ane mau nanya, kalo naek truk pasir itu bayar ga ya kak? ato seiklasnya aja? makasih..🙂

  18. Gr"23" March 8, 2015 at 10:50 pm #

    Masih ada kejadian kehilangan barang berharga ga ya ? Pengalaman yg kurang mengenakan bagi saya🙂

  19. Tirta Wahyu April 7, 2015 at 1:09 pm #

    wow kakak inspiratif banget..

  20. luk April 15, 2015 at 5:58 am #

    Mantaab hahaha treknya Enakan mana guntur apa cikuray?

    • cmeythasari June 28, 2015 at 2:43 am #

      Jujur saya blm pernah cikuray kak.. kata tmn saya yg bareng ke guntur kemarin sih naik guntur lebih “kapok” dr cikuray hehe

  21. Anonymous April 16, 2015 at 3:33 am #

    mba sampai puncak keberapa d guntur ? aq insya Allah bulan mei mau ksna

    • cmeythasari June 28, 2015 at 2:42 am #

      Dari 4 puncak.. saya sejujurnya cm berhasil 1.. huah! berat kak.. tp yakin kakak sih pasti sampe puncak 4 yaa..

  22. Anonymous April 18, 2015 at 2:58 am #

    keren banget nih, bikin mupeng liat Mt. Guntur,.😀

  23. Marsain April 20, 2015 at 4:22 am #

    Wah kren sangat mba.
    Meski saya orang Garut, saya ngak pernah naik Gunung Guntur, wkwk,,

    Gunung guntur ini klo dari kota terlihat gersang warnanya kuning,

    Tapi kalo dari kampung saya, subur makmur, hutan belantara, selalu hijau.

    • cmeythasari June 28, 2015 at 2:39 am #

      Iya memang gersang dan ga banyak pohon kak. Makanya waktu naik butuh air minum banyak krna kepanasan.. tapi menantang bgt, perlu dicoba kak

  24. rangga May 8, 2015 at 3:44 pm #

    Seru nih guntur..mdpl ga tinggi” banget, view nya subhanallah🙂 ..klo mau naek, gampang cari tumpangan truk, pas turun mereka ogah”an..hehe

    • cmeythasari June 28, 2015 at 2:29 am #

      Setuju kak! makasi sudah mampir ke blog..

  25. Hermansyah May 17, 2015 at 4:07 pm #

    Wanita petualang, wanita penulis, wanita berbakat, wanita yg luar biasa..

    Saya dari Medan, mau kah berbagi pengalaman tntng tracking” exlporer wisata dengan saya..

    Saya senang jika dapap berkenalan denga kamu..

    Salam Petualang..

    😊

    Hermansyah ( JO KOTOBA)

    • cmeythasari June 28, 2015 at 2:27 am #

      Wah terima kasih banyak. Tetapi saya belum sehebat itu. Masih blm ada apa2nya, masih belajar juga.. salam!🙂

  26. Rizal Fakhrul May 22, 2015 at 3:56 am #

    Thanks for the review, been planning to hike this mountain at the end of this week. such a helpful review u got here.

    • cmeythasari June 28, 2015 at 2:23 am #

      You’re very welcome. Sure! You have to go there. Such a great experience in hiking life you know. I will go there again someday, but not nowadays. hahaha

  27. zul May 22, 2015 at 5:59 am #

    kak emang di gunung guntur rawan pencopetan ya?

    • bheqcot adventure June 9, 2015 at 3:23 pm #

      Tulisan nya keren ka😀
      Kapan kita turun bareng lagi ?
      Dapet salam dari anak bheqcot adventure

    • cmeythasari June 28, 2015 at 2:25 am #

      Waktu aku berangkat pas cari review ttg gunung guntur emang byk bgt yg bilang soal pencopetan. Kebetulan aku ga ngalamin alhamdulillah.. barangnya dijaga aja, tenda jangan ditinggal sendirian.. pas tidur barang berharganya masukin di sleeping bag..

  28. bheqcot adventure June 9, 2015 at 3:25 pm #

    Tulisan nya keren ka😀
    Kapan kita turun bareng lagi ?
    Dapet salam dari anak bheqcot adventure

  29. Irfan June 18, 2015 at 12:44 am #

    Cantik kak🙂

  30. hani artha June 22, 2015 at 12:41 pm #

    Aaaakkkk. Kangeeeeeen kaaaak! :’)))

  31. Affath June 29, 2015 at 4:09 am #

    Ceritanya penuh perjuangan banget…!!! (Perjuangan nutupin celana yang bolongnya maksud ku)

  32. Anonymous July 2, 2015 at 5:54 am #

    cerita mengharukan euy…

  33. Ihsan Izzul Mu'minin July 16, 2015 at 12:37 am #

    Salam lestari Kak

  34. Rahmah Mulyani August 8, 2015 at 10:59 am #

    keren ka, pengen banget bisa naik gunung😦 huhuhu pengen ngerasain . bagaimana ka rasanya di puncak gunung ? pasti menakjubkan hihihi

    • cmeythasari August 19, 2015 at 11:13 am #

      MasyaAllah banget rasanya.. tapi tetap ga boleh maksain, apalagi tanpa restu ortu.. dan perlu latihan fisik olahraga sebelumnya.. semoga ada kesempatan naik yaa.. salam kenal cantik🙂

      • Rahmah Mulyani August 20, 2015 at 1:30 am #

        Iya kak, suatu saat nanti saya akan naik gunung kak. 😄

  35. Anonymous August 11, 2015 at 7:36 am #

    Salam kenal kaka,.makasih yah udh berbagi bermanfaat bgt buat saya,.kebetulan minggu depan saya dkk ada rencana trip kesana,.

    • cmeythasari August 19, 2015 at 11:12 am #

      Salam kenal.. waahh seru.. hati2 dijalan, jangan lupa sampahnya kak🙂

  36. Qiki Mustika August 19, 2015 at 1:48 am #

    Senang sekali baca postingan blog ini …
    serasa berada di kampung sendiri🙂

    salam kenal ya .

    • cmeythasari August 19, 2015 at 11:10 am #

      Terima kasih sudah sempat membacaa.. salam kenal juga🙂

  37. abdul August 27, 2015 at 3:58 am #

    TOP BGT daaaahhh…

    • Fajar September 16, 2015 at 10:14 am #

      ada kontak beskemnya ga??

      • Anung September 17, 2015 at 7:03 am #

        boleh minta nomer hp basecampnya kalau ada. mau cari informasi apakah sekarang pendakiannya masih ditutup atau sudah dibuka kembali. tks.

      • cmeythasari September 18, 2015 at 2:03 am #

        Aku ga punya.tp utk info buka atau tutupnya bisa hub twiternya @warkopPAGUCI atau ke 089662283328

  38. Anonymous September 20, 2015 at 5:06 am #

    Cewenya cantik. Siapa tuh?

  39. Gunung October 2, 2015 at 1:24 pm #

    Gagall fokus pada ada niveanya haha

  40. Firama October 27, 2015 at 8:53 am #

    siluet sunrise kalo dr papandayan gn guntur bagus banget…

    • cmeythasari March 11, 2016 at 8:28 am #

      Wah.. malah ga ngeh waktu di papandayan untuk liat guntur.. smoga ada kesempatan liat nanti aamiin.. makasi infonya🙂

  41. gamma March 10, 2016 at 9:42 am #

    ethaa…nemu tulisan kamu soal Guntur ini jadi gentarrrrr bwt race 2 minggu lagi 🙈🙈🙈. owemji gini ni kalo main daftar gitu aja ga pake cek cek ombak dulu 😧

    • cmeythasari March 11, 2016 at 8:03 am #

      Klo buat mba gamma yg udah biasa mah gak ada apa2 nya pasti.. ini mah aku aja yg lemah hehehe.. mbaa nanti share gmna2 yah guntur sekarang.. ngangenin banget naik turun guntur.

Trackbacks/Pingbacks

  1. 8 Tips Biar Kamu Tetap Aman Saat Mengabadikan Momen-Momen Istimewa Di Puncak Gunung | Zaki Mubarok - July 1, 2015

    […] Menangkap ekspresi wajah di atas gunung via cmeythasari.wordpress.com […]

  2. 8 Tips Biar Kamu Tetap Aman Saat Mengabadikan Momen-Momen Istimewa Di Puncak Gunung | Avatar IT - July 1, 2015

    […] Menangkap ekspresi wajah di atas gunung via cmeythasari.wordpress.com […]

  3. Meski Pegal dan Kelelahan Itu Pasti, Inilah 10 Alasan yang Membuatmu Selalu Rindu Mendaki | Edisi Berita | Kumpulan berita dan informasi terkini - October 22, 2015

    […] Saling berbagi dan menyemangati via cmeythasari.wordpress.com […]

  4. Meski Pegal dan Kelelahan Itu Pasti, Inilah 10 Alasan yang Membuatmu Selalu Rindu Mendaki - October 22, 2015

    […] Saling berbagi dan menyemangati via cmeythasari.wordpress.com […]

  5. 5 alasan wajib jalan-jalan ke Garut - Tayangin - September 7, 2016

    […] lain yang tak kalah terkenal di mata para pendaki adalah Gunung Cikuray (2.821 mdpl) serta Gunung Guntur (2.249 […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: